Une erreur est survenue dans ce gadget

mercredi, février 20, 2013

Lukisan kaca "N U G R O H O"



Undangan Pembukaan pameran
Lukisan kaca "N U G R O H O"      
Kamis 21 Feb 2013 jam 19.00   
 

Galeri IFI Yogyakarta
Jalan Sagan 3
T. (0274) 566 520


Pameran akan berlangsung : 
22 Februari - 9 Maret | 14.00 - 19.00


Asli dari Muntilan (Jawa Tengah), di mana sanggar lukisnya berada, Nugroho adalah seorang pelukis kaca yang menekuni bidang ini secara turun menurun. Mempelajari teknik melukis tradisional ini semenjak kanak-kanak, ia pun memiliki kemahiran dan keberanian untuk mengembangkan ragam seni ini. IFI Yogyakarta pun memintanya untuk memamerkan sekitar tiga puluhan karya terbarunya.


--------------------------------------


Sejak dulu Muntilan menjadi salah satu pusat produksi lukisan kaca yang hidup di daerah pinggiran Yogyakarta. Pada tahun 1930-an, pelukis-pelukisnya sudah memasok pasar “gambar” kaca dengan bermacam-macam tema seperti tokoh dan adegan wayang, gambar masjid, pot bunga, dll. Setengah abad kemudian, Maryono dan Sastrogambar bersaudara sempat memberi nafas baru kepada seni lukis kaca, sambil tetap berpegang teguh pada tradisi pendahulu-pendahulu mereka. Berbeda dengan pelukis generasi sebelumnya, mereka mendapat dukungan dari kalangan cendekiawan dan seniman Yogya, demi merevitalisasi sebuah kesenian rakyat yang ketika itu –tahun 70-an dan 80-an– terancam punah.
Nugroho, asal Magelang, lahir dan besar dalam suasana seni yang sama. Ia belajar dari sang ayah –Pak Waged, seorang pelukis kaca yang aktif hingga tahun 2000-an– dan karya-karyanya yang pertama masih mencerminkan budaya itu. Namun, pada suatu saat Nugroho merasa harus memilih antara meneruskan aliran sebuah budaya pop (lupakan saja istilah “tradisi”…) atau menggarap lahan inspirasi yang baru. Akhirnya ia memilih yang kedua. Kreasi. Selain menekuni seni rupa secara akademis, Nugroho mulailah berkreasi tanpa terikat pada tema maupun gaya yang sudah ia akrabi. Ia juga pindah ke media baru. Maklumlah, bagi pelukis, kanvas praktis tidak menyisakan ruang untuk kaca.
*           *           *
Pameran ini adalah hasil 10 tahun eksperimen dan penjelajahan di dunia seni lukis, disertai dengan pematangan tema dan teknik.
Tema-tema yang diangkat Nugroho jauh dari dunia sesama pelukis kaca. Ia menilik dan meresap adegan, gambar, dan sosok yang berada di lingkungan hidupnya –katanya juga dari majalah–, tetapi salah satu tema yang paling sering muncul adalah kesepian manusia di dunia ini… Lihatlah potret-potret tunggalnya dengan warna hitam, abu, putih dan krem yang dominan.

Dari segi teknik, Nugroho bertolak belakang dengan teknik sungging dan blok warna polos yang dipakai pelukis kaca tradisi. Tarikan-tarikannya lebih bersifat garis geometris atau coretan tak terarah dari pada sunggingan. Di samping berbagai teknik pewarnaan (termasuk pointillisme dan tachisme), Nugroho juga memanfaatkan lapisan cat yang ia sapukan, yang kemudian digores untuk memunculkan figur atau bentuk. Yang menarik lagi, Nugroho sangat piawai menerapkan teknik akuarel dan membiarkan cat hitam transparan meleleh, sehingga memberi kesan spontanitas alami, padahal sangat terkontrol tentu saja.

Nugroho tidak pernah jauh dari kaca dan kini rupanya –mudah-mudahan– kembali sepenuhnya ke media itu. Syukurlah! Pelukis yang benar-benar menghayati media kaca adalah sosok yang jarang, dan mereka yang menempatkan diri di titik temu antara kaca dan seni kontemporer lebih langka lagi.




Aucun commentaire: