Une erreur est survenue dans ce gadget

mardi, septembre 15, 2009

TARi KONTEMPORER / MEDiA BARU


Tari kontemporer/Media baru

Senin 12 Oktober 2009 : 19.30

LIP auditorium

Tubuh imajiner, tubuh konkret, tubuh yang dapat disentuh, Sebuah penayangan video dan diskusi tentang hubungan antara tari, biologi dan teknologi baru, oleh Thierry Giannarelli

Pemikiran klasik barat mempertentangkan tubuh imajiner, yaitu tubuh yang saya rasakan sewaktu menari, ketika misalnya saya merasakan lengan-lengan saya tertarik seperti menggambar garis panjang, atau menjadi berat dan padat bagai patung antik dari batuan bumi, atau juga ketika saya merasa ringan seperti udara, atau bergetar bagai binatang belia, dengan tubuh konkret yang bisa kita amati, yang terdiri dari otot, tengkorak, atau syaraf.

Para ilmuwan masa kini mengundang kita untuk sebaliknya, justru mempertemukan tubuh konkret dan tubuh imajiner. Thierry Giannarelli, seorang koreografer dan ahli neurobiologi, memaparkan perbedaan pandangan tentang tari dan orang hidup, dan kemudian dengan definisi tubuh yang dapat disentuh, ia menjelaskan « Dispositif d’Implication Perceptive » (Mekanisme Implikasi Perseptif), sebuah media artistik baru yang ia ciptakan.

Kamis 15 Oktober 2009 : 19.30

LIP auditorium

Pementasan tari kontemporer: Shades of Yesterday and Tomorrow (Jo’zsef Gazdag)

« Shades of Yesterday and Tomorrow » adalah salah satu kreasi saya pada tahun 2003. Pertunjukan perdana koreografi baru ini ditampilkan pada tahun yang sama di Paris dan
selanjutnya tahun 2004 di Budapest. Sejalan dengan waktu, pendekatan saya telah beralih pada kedua bayangan yang menerangi pertunjukan tari kontemporer ini dan versi yang sama sekali baru yang akan ditemukan lahir dari evolusi ini.

GRATIS!

INFO LIBUR LEBARAN

Le LIP/CCF de Yogyakarta sera fermé au public du 19 au 27 septembre 2009 en raison des fêtes du Lebaran. Des permanences téléphoniques seront assurées les 23-25 septembre 2009 de 10 heures à 12 heures 30.


LIP/CCF Yogyakarta libur mulai tanggal 19 sampai 27 September 2009 dalam rangka Lebaran. Bisa dihubungi lewat telepon tanggal 23-25 September 2009 dari jam 10.00 sampai 12.30.

mercredi, septembre 02, 2009

M & MME DELF

LE MOMENT FRANCO-CiNEPHiLE : LES FiLMS DE JACQUES TATi


Le moment Franco-cinéphile

Waktunya Franco-Cinéphile

Film-film oleh Jacques Tati

Sebuah acara kolaborasi antara LIP dan Kinoki, didukung oleh Taman Budaya.

Semua film dengan teks bahasa Inggris. Gratis !

LIP auditorium : Jalan Sagan 3, Yogyakarta

Kinoki : Taman Budaya (Ruang arsip) : Lt.2 Gedung Perpustakaan, Jl.Sri Wedani no.1 Yogyakarta

Senin 7 September 2009 – 15.00

LIP auditorium : Perkenalan Jacques Tati oleh Elida Tamalagi (Kinoki)

dan M Muslikh Madiyant (UGM, Jurusan Bahasa Prancis)

+ pemutaran film pendek

Jarang ada sineas yang dengan hanya sedikit film (hanya 6 film panjang) yang bisa memperlihatkan dengan sangat kuat dan relevan perubahan-perubahan besar identitas Prancis selama lebih dari 25 tahun. Jacques Tati tahu caranya menangkap berlalunya waktu, evolusi dunia, dari kehidupan di pedesaan sampai kehidupan modern dan di masa depan.

Sinema Tati berisi pernyataan kebahagiaan, kenangan tentang semangat masa kanak-kanak, kecanggungan dan kesenjangan, serta selalu tentang ketidaksukaan pada kesusahan, keseriusan dan aturan-aturan sosial yang segera membuat kita tercengang.


Rabu 9 September 2009 – 19.00

LIP auditorium : Jour de fête (1949, 77 mins)

Ketika François, seorang tukang pos, menghadiri pemutaran film dokumenter tentang « Pos di Amerika », ia segera menyadari bahwa kalau pengiriman surat di Follainville tidak bisa cepat, itu karena di sana tidak diterapkan « metode Amerika ». Tapi François akan memperbaikinya ! Dengan sepeda antiknya, ia meluncur ke desa, sambil mendahului mobil-mobil pengangkut jerami agar bisa menyampaikan surat tepat waktu.


Sabtu 12 September 2009 – 18.30

Kinoki : Les vacances de M Hulot (1953, 74 mins)

Semua orang tahu, liburan dibuat bukan untuk bersenang-senang. Semua orang tahu kecuali Monsieur Hulot, yang dengan mengendarai mobil Salmson tuanya yang bunyinya ramai meledak-ledak, dengan seenaknya datang mengacaukan ketenangan orang-orang yang sedang liburan musim panas dengan berbagai kebiasaan mereka sebagai orang kota. Monsieur Hulot menunjukkan betapa sangat menyenangkannya istana pasir di tepi pantai yang membosankan itu sampai ia pulang di bulan September.


Senin 14 September 2009 – 15.00

LIP auditorium : Mon oncle (1954, 110 mins)

Monsieur dan Madame Arpel dengan Gérard, anak mereka, tinggal di sebuah villa yang sangat modern. Paman Hulot, saudara laki-laki sang ibu, tidak menyukai kenyamanan yang ditawarkan kehidupan modern. Masalah muncul ketika si keponakan mulai ingin meniru pamannya dengan menunjukkan ketidaksukaan pada barang-barang industri. Monsieur Arpel yang merasa tersaingi kemudian mencari-cari cara untuk mengusir Hulot.


Rabu 16 September 2009 – 19.00

LIP auditorium : Play time (1967, 114 mins)

Di era « Economic Airlines », orang-orang Amerika melalukan tur. Programnya : satu ibu kota per hari. Ketika tiba di Paris, mereka mendapati bahwa bandaranya sama persis seperti bandara Roma yang baru mereka tinggalkan, jalan-jalannya sama seperti di Hamburg dan anehnya, tiang-tiang lampu jalannya sama seperti di New York. Seakan-akan, dari kota ke kota pemandangannya tidak berubah.....


Sabtu 19 September 2009 – 18.30

Kinoki : Trafic (1971, 93 mins)

Sebagai desainer di firma sederhana perakitan mobil Altra, Monsieur Hulot menciptakan sebuah camping-car di antara banyak gadget lainnya untuk pameran mobil internasional di Amsterdam. Ia mengangkut prototip tersebut dengan truk yang dikawal oleh Maria dan mobil sport kuningnya. Tabrakan beruntun, ban kempes, kehabisan bensin, dan keruwetan-keruwetan lainnya dengan bea cukai akan menghambat perjalanan mereka melintasi jalan-jalan pedesaan di Belgia dan Belanda.


Sabtu 19 September 2009 – 20.30

Kinoki : Parade (1974, 85 mins)

Meskipun sebagian besar pengambilan gambar dalam format video (Tati telah memprediksi peralihan progresif penggunaan peralatan digital), Parade dibuat dengan tujuan untuk diedarkan di bioskop-bioskop meskipun yang ditampilkan dalam film ini adalah adegan nyata.

Dengan memerankan Monsieur Loyal yang memandu berlangsungnya serentetan pertunjukan dalam sebuah sirkus, Tati memberi nafas baru pada pantomim « menirukan olah raga » yang dilakukannya di music hall.



Situs-situs internet :

www.lipjogja.co.id

www.kinoki.or.id

www.culturesfrance.com

www.diplomatie.gouv.fr