Une erreur est survenue dans ce gadget

mardi, août 11, 2009

CINE : AGNES VARDA & JULIETTE BINOCHE

Le moment franco-cinéphile
Waktunya Franco-Cinéphile

Sebuah acara kolaborasi antara LIP dan Kinoki, didukung oleh Taman Budaya.
Semua film dengan teks bahasa Inggris

Agnès Varda Tous Courts Agnès Varda Film pendek
Film Pendek Varda mengumpulkan semua film pendek karya Agnès Varda. Sebagai sutradara, penulis skenario, penulis dialog, produser dan aktris sinema Prancis, serta fotografer yang juga sineas, Agnès Varda telah membangun suatu karya yang tidak biasa seputar perenungan tentang gambar dan penyajiannya. Filmografinya juga dilalui oleh pencarian terus menerus tentang kebenaran. Sejak awal, Agnès Varda adalah orang yang benar-benar suka melakukan eksperimen sinematografis, dan film-film pendeknya , dengan koherensi yang sempurna, dapat disejajarkan dengan film-film panjangnya.

24 Agustus 2009 – 15.00
Auditorium LIP : Agnès Varda Film pendek 1 (118 mins)
Cine Varda Photo
Seorang perempuan yang mengumpulkan ratusan foto karena dalam masing-masing foto ada gambar Teddy Bear, goto yang menampilkan seekor kambing mati, seorang anak yang memandang kambing itu, dan seorang lelaki telanjang. Hampir 2000 foto tentang Cuba di masa Fidel yang diambil oleh Agnès Varda. Semua gambar tersebut merupakan titik awal dokumenter CINEVARDAPHOTO.
Satu menit untuk satu gambar
Komentar selama satu menit yang disampaikan oleh suara anonim untuk setiap foto. Baru di akhir film kita mengetahui nama-nama fotografernya, yang terkenal maupun anonim.
“ Penonton akhirnya punya waktu untuk benar-benar melihat gambar di televisi dan bermain dengan komentator...” A. Bergala, Le Journal du Cinéma no. 32, April 1983

26 Agustus 2009 – 19.00
Auditorium LIP : Agnès Varda Film pendek 2 (106 mins)
Film-film pendek « pariwisata »
Agnès Varda berperan sebagai pemandu wisata. Ia membawa kita berjalan-jalan di sepanjang film pendek ini dari istana-istana di la Loire hingga Riviera, sampai Iran, menyusuri jejak tokoh Pomme dan Ali Darius ( dalam “L’une chante l’autre pas”). “Agnès Varda bersenang-senang sambil membuat film-filmnya, agar kita dapat bersenang-senang juga sambil menontonnya “ F. Truffaut.
Film-film pendek “protes”
Di akhir tahun 60-an Agnès Varda bertemu pamannya yang bernama Yanco, lelaki dari San Fransisca berusia 68 tahun yang tinggal di sebuah rumah perahu. Ia menghadiri pertemuan-pertemuan kelompok black panthers, diiringi oleh improvisasi soul dari para aktivis kulit hitam, pada saat mereka masih menjadi kekhawatiran di USA. Agnés Varda memberi jawaban selama 7 menit untuk pertanyaan “apa artinya menjadi perempuan?”

29 Agustus 2009 – 18.30
Kinoki Ruang arsip (Taman Budaya, Jl Sri Wedania 1, lt 2): Agnès Varda Film pendek 3 (94 mins)
Film-film pendek « orang-orang Paris »
Agnès Varda mengajak kita mengunjungi Paris dan pasar de la Mouffe, sinematek Prancis, alun-alun Denfert Rocherau di daerah XIV…, melalui bermacam-macam karya fiksi atau dokumenter. Kita merasakam kemesraan pasangan legendaris Louis Aragon dan Elsa Triolet di kawasan Montparnasse di masa-masa yang gila.
Essai
Kunjungan yang tidak biasa ke dalam sebuah apartemen besar yang kosong. Kosong atau isi ? Mungkin ada satu keluarga yang pernah tinggal atau akan tinggal di sana. Seorang gadis mungkin akan pergi dari sana… Orang-orang tua yang mungkin tidak akan pernah pergi…Dekor bercerita sendiri tentang waktu yang berlalu.


Spécial Juliette Binoche
Setelah muncul dalam film-film karya Jean-Luc Godard, Jacques Doillon atau Pascal
Kané, Juliette Binoche baru benar-benar naik daun berkat film Rendez-vous karya André Téchiné tahun 1984. Sejak saat itu, ia terus menerus mendapatkan peran-peran yang menantang dan bekerja dengan sineas-sineas kondang. Ia telah mendapat penghargaan internasional lewat film English Patient karya Anthony Minghella yang memberinya piala Oscar.
http://fabinoche.free.fr/

31 Agustus 2009 – 15.00
Auditorium LIP : Trois couleurs: Bleu (Krzysztof Kieslowski, 1993, 98 mins)
Dalam suatu kecelakaan mobil, Julie kehilangan suaminya, seorang komposer terkenal dan anak perempuannya. Ia ingin mengubah hidupnya, kembali menjadi orang bebas yang tidak dikenal. Olivier, mantan asisten suaminya, memutuskan untuk mempublikasikan konserto yang belum terselesaikan. Dengan demikian Julie harus ke luar dari tempatnya menyendiri.

2 September 2009 – 19.00
Auditorium LIP : Le voyage du ballon rouge (Hsiao-hsien Hou, 2007, 115 mins)
Simon berusia 7 tahun. Balon merah yang misterius membuntutinya di Paris. Ibunya, Suzanne, adalah pemain boneka dan sedang menyiapkan pementasan barunya. Sang ibu yang terserap secara total dalam pekerjaannya, sehari-harinya sangat sibuk sehingga memutuskan untuk mempekerjakan Song Fang, seorang mahasiswi jurusan sinema untuk membantunya mengurus Simon.
Dongeng yang sangat indah (…) cukup lucu di permukaannya tetapi lambat laun jadi sangat mengharukan. Les Inrockuptibles – Jean-Marc Lalanne.

5 September 2009 - 18.30
Kinoki Ruang arsip (Taman Budaya, Jl Sri Wedania 1, lt 2): Le Chocolat (Vianne Rocher, 2000, 121 mins)
Dengan membuka toko permen di dekat gereja, Vianne mengguncang ketenangan desa Lansquenet yang memasuki masa puasa sebelum paskah. Vianne yang menawarkan permen coklat yang sangat menggoda, menarik para penggemar makanan dan kebencian orang-orang yang takut bahwa coklatnya hanya menimbulkan dosa bagi orang-orang yang taat beragama. Le Comte de Reynaud, kepala desa tersebut, menentang dengan keras perempuan pembuat coklat ini.


Situs-situs internet :
http://www.kinoki.or.id/
http://www.culturesfrance.com/
www.diplomatie.gouv.fr

lundi, août 10, 2009

MUSIK



La Javanaise

Konser Acapella Mataraman & Marie-Laure Frinzi


Auditorium LIP

27 Agustus 2009 – 19.30

(undangan gratis, diambil dari tanggal 24 Agustus di LIP)


Ne vous déplaise
En dansant la Javanaise
Nous nous aimions
Le temps d'une chanson

Serge Gainsbourg (La Javanaise)


Kolaborasi antara penyanyi Marie-Laure Frinzi dan kelompok Acapella Mataraman berlangsung lebih lama daripada sebuah lagu..... Setelah kesuksesan penampilan bersama mereka pada saat pembukaan pameran " 100 x France "
tanggal 18 November 2008, mereka akan bertemu kembali dalam sebuah
konser yang hanya ada di LIP.



Piano: Octavia Rosiana Dewi