Une erreur est survenue dans ce gadget

mardi, avril 28, 2009

TiKET HABiS!!!


TIKET



FESTIVAL SINEMA


PRANCIS



HABIS!!!







lundi, avril 27, 2009

Mari(e) - Mari(e) : Défilé Dansé

© Delphine Graticola




Mari(e) - Mari(e)

Tari peragaan busana oleh Marie Labarelle & Marie Barbottin, bekerja sama dengan Nita Azhar & Fitri Setyaningsih

Dengan bintang tamu Didik Nini Thowok



Mode/Tari kontemporer (Prancis/Indonesia)

Printemps Français 2009 / Musim Semi Prancis 2009



Jumat 8 Mei 2009 : 19.30

Sasanti restaurant

(Jalan Palagan Tentara Pelajar 52 A)


Gratis dengan undangan diambil di LIP (Jalan Sagan 3) dari tanggal 1 Mei 2009


Situs internet

www.marie-labarelle.com

Marie Labarelle, perancang busana atau « arsitek-desainer » yang mendesain koleksi-koleksinya untuk para peragawati, sejak empat tahun yang lalu telah bekerja dengan Marie Barbottin, seorang penari. Kreasi-kreasi urban dan puitis Marie Labarelle sejak saat itu menemukan kehidupan baru dalam koreografi-koreografi Marie Barbottin.

Tari peragaan busana tanggal 8 Mei 2009 akan diawali dengan 5 hari workshop bersama perancang busana Nita Azhar dan penari Fitri Setyaningsih. Kreasi dari Paris dan Yogyakarta ini akan memadukan semuanya dalam gerakan untuk suatu malam pertunjukan yang unik, jauh dari aturan-aturan baku peragaan busana.


mardi, avril 21, 2009

FESTiVAL SiNEMA PRANCiS 2009 : YOGYAKARTA


Festival Sinema Prancis 2009/Yogyakarta

Dalam Musim Semi Prancis 2009

Presenter : Lembaga Indonesia Prancis

5 film dalam bahasa Prancis dengan teks Inggris

10 pemutaran hari Kamis 30 April & Jumat 1 Mei 2009

GRATIS di Studio21 Ambarrukmo Plaza

(Tiket gratis diambil di LIP dari tanggal 27 April 2009)

Kamis 30 April 2009

11.15 : Entre les murs

(2008, 128 mins, Laurent Cantet, fiksi)

François adalah seorang guru muda bahasa Prancis di kelas 4 di satu sekolah menengah yang sulit. Ia tidak ragu-ragu untuk menghadapi Esmeralda, Souleymane, Khoumba dan murid-murid lainnya dalam adu mulut, seakan-akan bahasa itu sendiri memang satu pertaruhan. Tetapi pengajaran tentang demokrasi kadang bisa benar-benar beresiko.

13.45 : La tête de maman

(2007, 95 mins, Carine Tardieu, Komedi drama)

20 tahun yang lalu, beberapa tahun sebelum aku lahir, Mama mencintai seorang cowok. 20 tahun yang lalu, mereka berpisah dan keparat itu, ketika ia pergi, ia membawa senyum mama bersamanya.

Aku harus menemukannya, dia harus mengembalikannya ke mamaku. Kalau tidak, aku mati. Lulu15 tahun

16.15 : Jean de la Fontaine

(2007, 100 mins, Daniel Vigne, Sejarah)

Tahun 1661, Fouquet, penasihat raja, ditangkap atas perintah Colbert. Louis XIV menjadi satu-satunya penguasa. Sementara seniman-seniman lain bergegas ingin melayani monarki yang sangat berkuasa, satu orang bangkit untuk menegaskan dukungannya pada sang menteri yang dijatuhkan itu, dialah Jean de la Fontaine. Colbert bersumpah pada dirinya sendiri untuk membuat pemberontak itu menyerah. Sejak saat itu, La Fontaine tidak pernah mundur dari keyakinannya. Ia tetap bertahan, tanpa uang, menulis fabel-fabel, pamflet-pamflet provokatif melawan regim yang sewenang-wenang.

18.45 : Ceux qui restent

(2007, 94 minutes, Anne Le Ny, Komedi drama)

Bertrand dan Lorraine adalah mereka yang tersisa …. Mereka adalah orang-orang yang mondar mandir di koridor sambil mengajukan pertanyaan-pertanyan terlarang, terlihat di kios-kios penjual koran, bicara terlalu keras di kafetaria dan merokok secara sembunyi-sembunyi di atas atap rumah sakit tempat pasangan mereka dirawat. Untuk mengurangi rasa bersalah karena tetap sehat walafiat. Bertrand dan Lorraine memutuskan untuk saling menolong agar bisa hidup, tertawa dan terus mencintai.

21.15 : 13 m2

(2007, 84 mins, Barthélémy Grossmann, thriller)

Setelah menyerang sebuah kendaraan lapis baja, José, Farouk dan Réza melarikan diri ke dalam sebuah tempat persembunyian berukuran 13m². Terkurung bersama uang, moral yang ternoda, hubungan dan karakter tiga sekawan ini akan terungkap dengan rangkaian kebohongan dan konflik yang ditimbulkan oleh situasi yang menekan ini. Sejak itu, setiap jalan ke luar ke dunia nyata tampak seperti ancaman, apakah mereka akan berhasil mempermainkan nasib dan mengambil langkah baru?

Jumat 1 Mei 2009

11.15 : Ceux qui restent

13.45 : Jean de la Fontaine

16.15 : 13 m2

18.45 : Entre les murs

21.15 : La tête de maman


SOiRÉE KARAOKÉ

lundi, avril 13, 2009

SEMiNAiRE SUR LA TRADUCTiON


Kamis 16 April 2009

S e m i n a r

Penerjemahan dan profesi sebagai penerjemah,

Pertaruhan dalam konteks kerja sama Prancis-Indonesia

10.00 : Pembukaan seminar

10.30 : Situasi umum penerjemahan masa kini di Indonesia : perkembangan (jumlah, jenis karya yang diterjemahkan), hak cipta penulis, distribusi
Pembicara: Juan St. Sumampouw, Penerbit Kanisius

11.30 : Perkembangan penerjemahan sejak 1998 dalam rangka kerja sama Prancis-Indonesia : jumlah, jenis karya yang diterjemahkan, hak cipta penulis, distribusi

Pembicara : Henri Chambert-Loir, peneliti/penerjemah di EFEO (Ecole Française d’Extrême Orient)

12.30-14.00 : Break

14.00-15.00 : Case study1 : Lara Kusapa/Bonjour Tristesse (oleh Françoise Sagan)

Teknik dan tahap penerjemahan, kesulitan-kesulitan yang dihadapi, presentasi sebuah cuplikan

Pembicara : Ken Nadya, penerjemah/pengajar di CCF Jakarta

Komentator : Henri Chambert-Loir, peneliti/penerjemah di EFEO (Ecole Française d’Extrême Orient)

15.00-16.00 : Case study2 : Centhini/ L’île des chants à dormir debout (oleh Elisabeth D Inandiak)

Teknik dan tahap penerjemahan, kesulitan-kesulitan yang dihadapi, presentasi sebuah cuplikan

Pembicara: Laddy Lesmana, Penanggung jawab bidang pengajaran dan penerjemah LIP/CCF Yogyakarta & Elisabeth D Inandiak, penulis dan penerjemah, Prancis

16.00 : Kesan pesan dan pengumuman kelas penerjemahan di LIP

> Tersedia doorprizes & book launch Lara Kusapa (Penerbit: Serambi)

Tamu Kehormatan: Duta Besar Prancis Philippe Zeller

Moderator : Dr. Wening Udasmoro M.Hum., DEA, Ketua Jurusan Sastra Prancis, UGM


PRESENTATiON DU TRAVAiL DE DENiS BRUN


Selasa 14 April 2009 : 19.00

LIP auditorium

Presentasi karya Denis Brun

(artist in residency di LIP, dalam Musim Semi Prancis 2009)

Moderator: Agung Kurniawan, Direktur Artistik, Kedai Kebun


Hiperkreatifitas mungkin adalah kata yang paling cocok menggambarkan Denis Brun, seniman yang tinggal di Marseille : gambar, kolase, keramik, lukisan akrilik atau digital, musik, pementasan, video, fotografi, merupakan beberapa di antara keragaman aktifitasnya !


Apa yang akan dihasilkan dari pertemuan Denis Brun dengan komunitas seniman Yogyakarta yang juga menjadi penganut perpaduan macam-macam genre, ketika berurusan dengan praktek-praktek seni kontemporer ?

Jawabannya ada di hari Selasa 26 Mei di LIP !


www.denisbrun.com