Une erreur est survenue dans ce gadget

jeudi, mars 29, 2007

Ciné avril : L'AUBERGE ESPAGNOLE


le lundi 2 avril à 15h00
le mercredi 4 avril à 19.00

L’auberge espagnole / Cédric Klapisch / 120 min / 2002 / Français avec sous titres en indonésien / Bahasa Prancis dengan teks Indonesia


Xavier, 25 ans, est en dernière année d'étude en sciences économiques. Il vit avec Martine depuis quatre ans. Il décide de partir à Barcelone pour finir ses études et apprendre l'espagnol. Il va partager un appartement avec sept étudiants européens. Il va découvrir le monde, l'Europe, la vie, l'autonomie et la sexualité.



Xavier, 25 th, mahasiswa tahun terakhir jurusan ekonomi. Ia hidup bersama Martine selama empat tahun. Ia memutuskan pergi ke Barcelona untuk menyelesaikan kuliah dan belajar bahasa spanyol. Kemudian berbagi apartemen dengan tujuh mahasiswa eropa. Ia akan menjelajahi dunia, Eropa, kehidupan, kemandirian dan seks.


lundi, mars 26, 2007

DELF

DELF Lagi!


- Bisa lihat SIM-nya Mas, Mbak, Pak? tanya polisi saat melakukan razia.

- Saya bisa nyetir kok Pak, sungguh! Buktinya saya sampai di sini dengan baik-baik aja!

Menurut Anda, bagaimana reaksi sang petugas mendapat jawaban yang benar dan nalar itu?

Tentang mengemudi kendaraan, kita semua tentunya setuju bahwa ada situasi formal yang memerlukan ijin atau sertifikat, dan situasi non-formal yang cukup dibuktikan dengan kenyataan, misalnya kepada teman yang menanyakan apakah kita bisa membocengkannya misalnya.

Sama, dalam belajar bahasa pun demikian halnya. Kita bisa membuktikan kemahiran kita dengan mempraktekannya, namun pada situasi-situasi formal (mendaftar di universitas, melamar pekerjaan, minta bea siswa tertentu dsb.) sertifikat mutlak diperlukan.

SIM untuk mengemudi, TOEFL untuk berbicara bahasa Inggris dan DELF untuk berbicara bahasa Prancis, yang ujian tahunannya akan digelar sebentar lagi (18-23 Juni 2007) di Pusat-pusat Kebudayaan di Indonesia dan di LIP untuk Jogja.

- Bisa lihat DELF-nya Mas, Mbak, Pak?



Informasi tentang DELF dengan Marion de la Breteque

Selasa 3 April: 15.00 WIB

Auditorium LIP (Jalan Sagan 3 Yogyakarta)

GRATIS!


DISKUSI

DISKUSI UNTUK UMUM
SEPUTAR KOLABORASI SENI:
MENCIPTAKAN BAHASA MENGURAIKAN MAKNA
Jumat 30 Maret, jam 15.00 WIB
Auditorium Lembaga Indonesia Prancis (LIP)
Jalan Sagan 3 Yogyakarta
Pembicara:
Eko Nugroho (seniman senirupa)
Sapto Rahardjo (musisi elektronik)
Penanggap: Lono Simatupang Phd (antropolog)
Cemeti Art House | LIP | IVAA

jeudi, mars 22, 2007

Ciné mars : TOUT POUR PLAIRE


lundi le 26 mars 2007 à 15h00
mercredi le 28 mars 2007 à 19h00
Tout Pour Plaire / Cécile Telerman / 102 min / 2005 / Français avec sous titres en français / Bahasa Prancis dengan teks bahasa Prancis
Juliette, Florence et Marie sont des amies d'enfance. Cloisonnées dans une vie urbaine sans répit, entre travail et vie privée, elles se voient de temps en temps pour des discussions interminables. Un constat s'impose : à 35 ans, les idéaux se sont estompés et la réalité prend le pas.
Juliette, Florence dan Marie berteman sejak kanak-kanak. Terpisahkan dalam kehidupan urban yang tiada hentinya, antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, mereka sekali-kali bertemu untuk diskusi tanpa ujung. Sebuah keadaan tergariskan : di usia 35 tahun, ide-ide memudar dan realita terus melangkah.

mercredi, mars 14, 2007

Ciné mars : MADAME BROUETTE

mercredi le 21 mars -19h00
vendredi le 23 mars -15h00


Madame Brouette / Moussa Sene Absa, 104 mn., 2004, Français avec sous titres en anglais / Bahasa Prancis dengan teks bahasa Inggris

Dureté de la vie des femmes, violence des hommes, fierté sont les thèmes centraux de ce film qui a reçu à Berlin en 2003 l'Ours d'argent de la meilleure musique.


Ketangguhan hidup para perempuan, kekerasan kaum lelaki, rasa bangga, merupakan tema sentral film ini yang mendapatkan penghargaan Beruang Perak di Berlin tahun 2003 untuk Musik Terbaik.

samedi, mars 10, 2007

LECTURE : HUMAN RIGHTS - ILZE BRANDS KEHRIS






Mobility, Diversity and Social Cohesion: Challenges and Opportunities
Speaker: Ilze Brands Kehris, Director, Latvian Centre for Human Rights
Moderator: Dr Nicolaas Warouw, Pengajar Pasca Sarjana UGM dan USD

Wednesday 14 March 2007 / 3:00 pm
LIP auditorium / Jalan Sagan 3 / 0274 566520
Gratis / In English with Indonesian summary


Tingginya tingkat mobilitas intra dan inter-regional di abad 20 telah mempercepat timbulnya keragaman agama dan suku di masyarakat. Hal ini mengakibatkan munculnya tantangan terhadap keutuhan dan ikatan sosial masyarakat tersebut. Di skala yang lebih ekstrim, keragaman "baru" dalam komunitas-komunitas yang telah mengalami berbagai ketegangan atau bahkan konflik dan kekerasan secara langsung, layak untuk mendapatkan perhatian tersendiri. Contoh terbaru dari semua tipe tantangan tersebut dapat ditemukan di berbagai wilayah di Asia dan Eropa.

Di Eropa, komitmen yang kuat terhadap kesetaraan dan keragaman sebagai suatu nilai positif belum mampu menghilangkan diskriminasi di sektor publik dan swasta, dan posisi tidak menguntungkan untuk kaum migran dan minoritas tetap menjadi persoalan besar. Yang lebih rumit, kondisi masyarakat sejak kejadian 9/11 telah banyak berubah, dan ada tanda-tanda bahwa rasisme dan zenofobia, terutama dalam bentuk anti-semitisme dan islamofobia, semakin menguat.

Iklim pasca-9/11 juga menampakkan tren serupa di Asia. Ketegangan antar komunitas tertentu di Asia telah terjadi selama bertahun-tahun dan walaupun kebanyakan negara di Asia telah menyepakati Perjanjian Internasional Tentang Hak Asasi Manusia, masih banyak yang harus dilakukan -- baik oleh pemerintah maupun masyarakat -- agar akhirnya permasalahan ini dapat terselesaikan.

Apa sajakah model-model hukum dan kebijaksanaan anti-diskriminasi yang telah dipakai oleh berbagai pemerintahan? Dapatkah negara-negara di dunia mencapai kesepakatan dalam menangani rasisme dan zenofobia dalam berbagai wujudnya? Bagaimanakah agar kesadaran akan manfaat dan tantangan dari keragaman ini dapat tercapai di tingkat kepemimpinan politik?


Organised with the Asia-Europe Foundation (
http://www.asef.org/)


vendredi, mars 09, 2007

KONSER JAZZ

KONSER JAZZ
CARMEN GENEST & DAVID JACQUES
AUDITORIUM LEMBAGA INDONESIA PRANCIS
Jl. SAGAN 3 YOGYAKARTA
SENIN, 12 MARET 2007 - 19.30 WIB
GRATIS - UNDANGAN DAPAT DIAMBIL DI LIP

Ciné mars : DEPUIS QU'OTAR EST PARTI


le 12 mars à 15.00
le 14 mars à 19.00


Depuis qu’Otar est parti / Julie Bertucelli / 102 min / 2003 / Français avec sous titres en français / Bahasa Prancis dengan teks bahasa Prancis


A travers l'histoire d'un mensonge d'amour, le portrait délicat de trois femmes de générations différentes dans la Géorgie d'aujourd'hui.

Melalui kisah sebuah kebohongan cinta, potret rumit tiga perempuan dari generasi yang berbeda di Georgia masa kini.

lundi, mars 05, 2007

Journée de la Francophonie

Journée de la Francophonie



20 mars 2007 au LIP à partir de 10 heures !

10.00-12.00 : Une francophonie dynamique ! Présentations culturelles, culinaires, artistiques et sociales de la Francophonie par les élèves d’UNY !


12.00 : Déjeuner francophone / Musiques d’Afrique !

13.00-15.00 : Compétition autour des dix mots migrateurs, thème de la 12ème semaine de la langue française: « abricot, amour, bachi-bouzouk, bijou, bizarre, chic, clown, mètre, passe partout, valser ».

Modalités d’inscriptions pour la compétition autour des dix mots migrateurs :

- Etre étudiant de français au LIP, UNY ou UGM
- Choix pour la compétition, préparer (avec au moins cinq des mots migrateurs) :
1. Un poème
2. Une petite histoire (20 lignes maximum)
3. Un jeu de rôles (3 personnes maximum et moins de 8 minutes)
- S’inscrire à la médiathèque du LIP avant le 15 mars 2007

Quelques conseils : rechercher bien les mots dans les dictionnaires et livres de la médiathèque du LIP! Les mots migrateurs sont des mots que l’on retrouve d’une langue à l’autre : soyez créatifs !

15.00 : Remise des cadeaux

Ciné mars : HUIT FEMMES


le lundi 5 mars 2007 à 15h00
le mercredi 7 mars 2007 à 19h00
Huit femmes / François Ozon / 111 min / Français avec sous titres en anglais / bahasa Prancis dengan teks bahasa Inggris

Un riche industriel est retrouvé mort dans sa maison lors d’une fête de famille. Femme, filles, maîtresse, femme de ménage…. Qui est coupable parmi les huit femmes ?

Seorang pengusaha industri kaya ditemukan meninggal di rumahnya di tengah sebuah pesta keluarga. Istri, putri-putrinya, kekasih, pembantu rumah tangga… Siapakah yang bersalah di antara delapan perempuan itu?